Senin, 19 Desember 2016

PEMROGRAMAN  BERBASIS BLOK

Diposting oleh Yovicha Santya Risky di 21.03 0 komentar


1.      DEFINISI

            Bahsasa Pemrorgaman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa computer atau bahasa pemrograman computer, adalah instruksi standar untuk memerintahkan computer. Bahasa Pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan smantik yang dipakai untuk mendefinisikan Program Komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara parsis data mana yang akan diolah oleh computer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara parsis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

            Dalam pemrograman computer, blok atau blok kode adalah bagian dari kode yang dikelompokan bersama-sama. Blok terdiri dari satu atau lebih deklarasi dan pernyataan. Sebuah bahasa pemrograman yang memungkinkan penciptaan blok, termasuk blok bersarang didalam blok lainnya, disebut bahasa pemrograman blok-terstruktur. Blok Fundamental untuk pemrograman terstruktur, dimana struktur control terbentuk dari blok. Ada banyak bahasa pemrograman yang berbeda, Blockly bagus untuk pemula . Blockly pada dasarnya adalah kotak teks yang berisi kode yang dihasilkan oleh pengguna sintaksis yang benar. Blockly dapat mengekspor blok ke banyak bahasa, termasuk;

a.       JavaScript

b.      Python

c.       PHP

d.      Lua

e.       Dart



2.      VISUAL BLOCK PROGRAMMING

            Visual Block programming adalah membuat aplikasi tanpa kode satupun. Mengapa disebut visual block programming? Karena kita akan melihat, menggunakan,menyusun dan drag-drops “BLOK” yang merupakan simbol-simbol perintah dan fungsi even handler tertentu dalam membuat aplikasi tanpa menuliskan kode program –coding less.

Contoh:

a.       Blockly games

b.      App inventor

c.       Code

d.      Ozo blockly

e.       Micro bit

f.       Code bug

g.      Wonder workshop

h.      Roberta

i.        Alice, Dll

            Dalam komputasi, sebuah bahasa pemrograman visual adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan pengguna membuat program dengan memanipulasi unsur-unsur program grafis bukan dengan menentukan mereka secara tekstual. Sebuah VPL memungkinkan pemrograman dengan ekspresi visual, pengaturan tata ruang dari teks dan simbol grafis, digunakan baik sebagai elemen sintaks atau notasi skunder. Sebagai contoh, banyak VPLS atau didasarkan pada kotak atau benda layar lainnya  dihubungkan dengan panah, garis atau busur yang mewakili hubungan.



3.      ALICE

            Alice adalah bahasa pemrograman pendidikan berbasis objek freeware dengan lingkungan pengembangan terpadu (IDE). Alice menggunakan drag dan drop lingkungan untuk membuat animasi computer menggunakan model 3D. Perangkat lunak ini dikembangkan pertama di University of Virginia, maka Carnegie Mellon (dari tahun 1997), oleh kelompok penelitian yang dipimpin oleh Randy Pausch.

Versi Alice Software

Alice Software terbaru Versi 3.2.5.0.0

Link Download 64bit:

Link Download 32bit:


Size 1.08 GB


      A.    Fungsi Alice

Alice dikembangkan untuk mengatasi lima masalah inti dalam program pendidikan.

1.     Alice dirancang untuk mengajarkan teori pemrograman tanpa smantik kompleks bahasa produksi seperti C ++. Pengguna dapat menempatkan objek dari galeri Alice kedalam dunia virtual. Selain itu, pengguna dapat memanipulasi kamera Alice dan pencahayaan untuk membuat perangkat tambahan lebih lanjut. Alice dapat digunakan untuk antarmuka pengguna 3D.

2.     Alice adalah siam dengan IDE-nya. Tidak ada sintaks untuk mengingat. Namun, mendukung pemrograman berbasis obyek penuh, model acara didorong pemrograman.

3.     Alice dirancang untuk menarik subpopolasi tertentu biasanya tidak terkena pemrograman computer.

4.     Dalam studi terkontrol di Ithaca College dan Universiry Saint Joseph melihat siswa tanpa pengalaman pemrograman sebelumnya mengambil kursus ilmu computer pertama mereka, nilai rata-rata meningkat dari C ke B, dan retensi meningkat dari 47% menjadi 88%.

5.     Alice dirilis dibawah lisensi open-source yang memungkinkan redistribusi kode sumber, dengan tau tanpa modifikasi, untuk penggunaan non-komersial saja.
      B. Varian Alice

1.     Animasi tingkat tinggi yang memungkinkan pengguna untuk program interaksi social antara karakter.

2.     Sebuah tutorial berbasis cerita yang memperkenalkan pengguna untuk pemrograman melalui membangun sebuah cerita.

3.     Sebuah galeri karakter 3D dan pemandangan dengan animasi yang dirancang untuk memicu ide cerita.
      C. Tools  

1.      Alice

2.      AgenSheets, mudah digunakan permainan authoring dan alat authoring ilmu computer

3.     App Inventor, alat untuk membuat aplikasi Android Google, berdasarkan Blockly dan Kawa

4.     Etoys scripting

5.     Flowgorithm, menciptakan diagram alur eksekusi yang dapat dikonversi ke beberapa bahasa

6.      Hopscotch, bahasa pemrograman visual untuk perangkat touchscreen mobile (tersedia di iPad)

7.      LARP, menciptakan diagram alur eksekusi untuk platform Windows.

8.      Open Roberta, pemrograman online dari Fraunhofer IAIS dirancang untuk anak-anak.

9.      Raptor, menciptakan diagram alur eksekusi

10.  Scratch, produk MIT dirancang untuk anak-anak di K-12 dam setelah program sekolah

11.  Snap!, perpanjangan scratch dengan prosedur kelas pertama dan daftar yang digunakan untuk mengejar oleh UC Berkeley (implementasi ulang berbasis browser BYOB (bahasa pemrograman))

12.  Stagecast creator, sebelumnya Apple Kakao: Authoring Internet untuk Anak

13. StarLogo, bahasa simulasi berbasis agen dikembangkan oleh Mitchel Resnick, Eric Klopfer, dan lain-lain di MIT Media Lab, ini adalah perpanjangan dari bahasa pemrograman Logo, dialek Lisp.

14.  ToonTalk, system pemrograman untuk anak-anak

15.  Visual Logical, menciptakan diagram alur eksekusi





Sumber:




Lovett, Amber. 2017. Coding with blockly. Cherry lake: USA  



















             

Sabtu, 19 November 2016

TATA USAHA

Diposting oleh Yovicha Santya Risky di 10.45 0 komentar

TATA USAHA

Ditinjau dari asal katanya: “Tata Usaha” terdiri dari kata “Tata” dan “Usaha”, masing-masing memiliki perngetian: “Tata” adalah suatu peraturan yang harus ditaati, dan “Usaha” ialah energi/tenaga yang dikeluarkan untuk tercapainya suatu maksud/tujuan.

Jadi menurut arti kata, “Tata Usaha” ialah suatu peraturan yang terdapat dalam suatu proses penyelenggaraan kerja.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia: “Tata Usaha” ialah penyelenggaraan tulis menulis (keuangan dan sebagainya) di perusahaan, negara dan sebagainya, sedangkan “penata usaha ialah” orang yang menyelenggarakan tata usaha.



Tata usaha adalah adalah kegiatan yang dilakukan meliputi, membantu proses belajar mengajar, urusan kesiswaan, kepegawaian, peralatan sekolah, urusan infrasturcture sekolah, keuangan, bekerja di laboratorium, perpustakaan dan hubungan masyarakat (Sumber: hasil rapat Kepala Tata Usaha di Bogor: 1996).



Sedangkan menurut Moch. Rifai (1987: 51) dalam Baharudin (2004: 215) administrasi tata usaha adalah salah satu kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Dalam bahasa Inggris istilah tata usaha di sebut dengan “clerical work” office menegement or recording and report system. Yang mengandung pengertian yaitu kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola pencatatan, penmgumpulan, penyimpanan data, dan dokumen yang dapat dipergunakan untuk membentu pimpinan dalam pengambilan keputusan, urusan surat menyurat serta laporan mengenai kegiatan sekolah tersebut.


Selanjutnya The Lian Gie (1974: 176) menambahkan bahwa pengertian administrasi tata usaha adalah kegiatan meliputi sebagai berikut:

1.      Menghimpun yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan di mana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.

2.      Mencatat yaitu kegiatan membubuhkan dengan berbagai peralatan alat tulis tentang keterangan-keterangan yang dapat dibaca, dikirim dan disimpan,.

3.      Mengolah yaitu kegiatan mengerjakan keteranagn-keterangan dengan maksud menyajikan bentuk yang lebih berguna

4.      Menggandakan yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan

5.      Mengirim yaitu kegiatan menyampaikan kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak ke pihak yang lain.

6.      Menyimpan kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat di tempat yang aman.



Menurut Prajudi Atmosudirjo (1976: 159) kegiatan ketatausahaan meliputi: Perencanaan, koordinasi, pengendalian, monitoring dan evaluasi kegiatan ketatausahaan dan administrasi.

Tugas-tugas tata usaha :

1.      Menyusun program kerja ketatausahaan atau administrasi kelancaran (bulanan,triwulan, semesteran dan tahunan) dalam rangka  kegiatan ketata usahaan/ administrasi;

2.      Melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan/dana, sarana, administrasi ketatausahaan, kepegawaian dan statistik sekolah, sesuai dengan petunjuk atau pedoman dan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan pelayanan administrasi yang baik;

3.      Mengelola tugas rutin ketata usahaan, antara lain: surat menyurat,inventarisasi, dokumentasi atau agenda, pembukuan keuangan, administrai kepegawaian dan sarana; Mengatur dan mendokumentasikan presensi pegawai, penyajian data statistik, pembuatan laporan rutina atau insidental, dan menghimpun data administrasi sekolah;

4.      Pegawai tata usaha dan teknisi dalam kelancaran pelaksanaan tugas sesuai tanggungjawab masing-masing



Ciri-ciri Tata usaha :

A.    Bersifat pelayanan mempunyai fungsi memudahkan atau meringankan agar pekerjaan-pekerjaan lain dapat berjalan lebih efektif (facilitating function –service work)

B.     Bersifat merembes ke segenap bagian dalam organisasi tata usaha diperlukan di mana-mana dan dilaksanakan dalam seluruh organisasi

C.     Dilaksanakan oleh semua pihak dalam organisasi tata usaha dilakukan oleh pejabat tertinggi sampai pegawai ditingkat bawah lainnya, bukan hanya menjadi tugas pokok dari sekelompok pegawai saja

D.    Tatausaha tidak dapat berjalan sendiri atau terlaksana dengan sendirinya. Semua pekerjaan perkantoran harus direncanakan, diatur, disusun, diarahkan, dikendalikan dan disempurnakan oleh seorang pejabat pimpinan yang memikul tugas manajemen



Menurut Soebroto (1972: 49) Kegiatan Tata Usaha Sekolah terdiri dari :

Administrasi kepegawaian Buku pedoman Administrasi Kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian, tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan. Penggunaan format ini sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan suatu kegiatan pelayanan administrasi dalam rangka pembinaan pegawai /guru berkelangsungan.

Berdasarkan ketentuan perundang–undangan yang Dalam hal tersebut yang perlu disiapkan disediakan :

1.      File Guru dan pegawai(Dokumen guru dan pegawai) Merupakan kumpulan data / berkas-berkas masing – masing guru dan pegawai seperti SK. Pengangkatan pertama sampai dengan terakhir, SK berkala, Karpeg, Taspen, Ijasah, dll. Manfaat dari file guru dan pegawai untuk memudahkan mencari data dan mencari arsip-arsip data guru dan pegawai.

2.      Buku induk guru dan pegawai Merupakan buku yang berisi data–data guru dan pegawai manfaatnya untuk mengetahui jumlah guru yang ada, dan urutan yang ke berapa mulai berada di instansi tersebut dll.

3.      Buku kendali ( buku jadwal kenaikan gaji berkala dan kenaikan tingkat )
          Merupakan buku yang berisi tentang jadwal kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala bagi guru dan pegawai. Manfaatnya untuk mengetahui kapan guru atau pegawai akan naik pangkat dankenaikanberkala.

4.      BukuDP3 Merupakan buku yang berisi sekumpulan nilai atas prestasi kerja yang dilakukan. Manfaaatnya untuk syarat kenaikan pangkat dll.

5.      Buku DUK Merupakan daftar urutan pangkat guru dan pegawai. Mafaat DUK untuk mengetahui urutan pangkat tertinggi sampai yang terendah.

6.      Buku Catatan kemajuan guru dan pegawai Merupakan buku yang berisi tentang kejadian yang dilakukan oleh masing–masing guru dan pegawai.

7.      Buku cuti pegawai dan guru Merupakan buku yang berisi tentang guru dan pegawai yang mengajukan cuti.Contoh Cuti Melahirkan, Cutibesar dll.

8.      Buku mutasi pegawai Merupakan buku yang berisi tentang catatan guru dan pegawai yang mutasi masuk atau mutasi keluar. Manfaat dari buku ini untuk mengetahui berapa guru dan pegawai yang berasal dari pindahan / mutasian dll.

9.      Buku data sertifikat pelatihan/seminar guru dan pegawai Merupakan buku yang berisi data masing-masing guru dan pegawai yang telah mengikuti pelatihan / seminar. Manfaat dari buku ini untuk mengetahui berapa banyak dan macam pelatihan yang telah diikuti oleh guru dan pegawai.

10.  Rencana pengembangan SDM Merupakan program sekolah yang dibuat oleh masing- masing urusan yang ada disekolah,ini tertuang didalam RAPBS.

11.  Analisis kebutuhan guru Yaitu untuk mengetahui berapa jumlah guru yang ada sesuai dengan bidang studi dan berapa jumlah guru yang kurang sehingga ketemu berapa jumlah guru yang dibutuhkan. (Tentunya dengan menggunakan rumus kebutuhan guru ).





source :

CLOUD COMPUTING

Diposting oleh Yovicha Santya Risky di 09.17 0 komentar

Definisi Cloud Computing

Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.




Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.



Jenis Layanan Cloud Computing




Berdasarkan jenis layanannya cloud computing dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:

Software as a Service (SaaS) : Layanan yang menyediakan aplikasi jadi / siap pakai kepada End user. Ciri dari layanan ini adalah user tidak perlu membuat aplikasi, tidak perlu menyiapkan tempat dan juga infrastruktur. Contoh SaaS adalah gmail, ymail, facebook, twitter, dropbox. Atau yang berbayar seperti salesforce, office365, dsb.

Platform as a Service (PaaS) : Layanan yang menyewakan “tempat” untuk menjalankan aplikasi dari user. Tempat yang dimaksud seperti sistem operasi, database, framework, dsb yang merupakan wadah untuk berjalannya aplikasi. Ciri dari layanan ini adalah user tidak perlu melakukan maintenance dan tidak perlu menyiapkan infrastruktur. Sehingga user dapat tetap fokus membangun aplikasinya. Contoh Pass adalah Windows Azure, Amazon Web Service, GoogleApp Engine.

Infrastructure as a Service (IaaS) : Layanan yang menyewakan infrastruktur IT kepada user yang ingin membangun layanan cloud. Infrastruktur disini bersifat fisik, bisa berupa memory, penyimpanan, server, jaringan, dsb. Hal-hal seperti membuat aplikasi dan konfigurasinya diserahkan kepada user. Cloud provider hanya menyediakan infrastruktur berdasarkan request dari user. Ciri layanan ini adalah jika user ingin mengupgrade memory atau menambah server, user tinggal menghubungi provider kemudian provider akan menyediakan sesuai dengan permintaan. Contoh IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace cloud.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CLOUD COMPUTING



KELEBIHAN CLOUD COMPUTING SISTEM :



Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial) yang didapat dalam penggunaan Cloud Computing. Namun, secara spesifik, merujuk kepada (Thia, 2008) keuntungan Cloud Computing antara lain:

1.      Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya,

2.      Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas,

3.      Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi,

4.      Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet,

5.      Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat



KEKURANGAN CLOUD COMPUTING :



Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain:

1.      service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery,

2.      privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama,

3.      compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user,

4.      data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,

5.      data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.



Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:

v  Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider

v  Kurang memadainya pelatihan dan audit TI

v  Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider

v  Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data

v  Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar

v  Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator

v  Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider

v  Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.




Contoh Cloud Computing

LMD contoh perusahaan yang menerapkan Cloud Computing :

Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, perusahaan ICT terkemuka di Indonesia saat ini, membawa teknologi cloud computing ke Indonesia.jadi perusahaan ini melayani on demand cloud computing dan private cloud computing Di Indonesia.untuk biayanya juga tidak terlalu mahal yaitu untuk layanan on demand cloud computing.

Langkah yang diambil oleh perusahaan ini menurut saya sangat benar karena daripada membeli server baru, lebih baik perusahaan-perusahaan menyewa server secara virtual. Tak perlu keluar banyak biaya, menghemat biaya sampai 80 persen dan bebas biaya perawatan.Penghematan yang diperoleh jika menggunakan cloud computing adalah rak yang dipakai untuk server cukup 2 rak, sedangkan jika tidak menggunakan teknologi cloud computing, perusahaan butuh lebih 10 rak.

Selain itu, dari sisi biaya, jauh lebih murah. Perusahaan yang belum menggunakan teknologi ini harus membayar 2.000 dollar AS per bulan untuk sewa server, sedangkan yang memanfaatkan teknologi ini cukup membayar 40 dollar AS tergantung skalanya.


Source :



Sabtu, 15 Oktober 2016

Artikel DBMS Bionik

Diposting oleh Yovicha Santya Risky di 02.07 0 komentar
The bionic DBMS is coming, but what will it look like?

DBMS adalah kepanjangan dari “Data Base Management System”. Menurut beberapa ahli DBMS itu adalah:

v  Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.


v  Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).

v  Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Jadi DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database yang mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi, dan memelihara basis data.
Bahasa dalam DBMS terbagi menjaldi 2, yaitu:

ü  Data Definision Language (DDL) Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari table yang disimpan dalam file khusus disebut data dictionary/directory.

ü  Data Manipulation Language (DML) Bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau memanipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat. Manipulasi data dalam DML meliputi :
a)      Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data.
b)      Penempatan informasi baru dalam basis data.
c)      Penghapusan informasi dari basis data.

Memodifikasi informasi yang disimpan dalam basis data Secara dasar ada dua tipe DML :

A.    Prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya. Contoh: dbase III, foxbase.

B.     Non prosedural, yang membutuhkan pemakai untuk menspesikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Contoh : SQL, QBE. Non Prosedural lebih mudah digunakan dan dipelajari olehuser sebab user tidak harus mengerti bagaimana data harus diperoleh.

Fungsi DBMS sendiri ialah :

1.      Data Definition DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data.

2.      Data Manipulation DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari pemakai untuk mengakses  data.

3.      Data Security dan Integrity DBMS dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator).

4.      Data Recovery dan Conccurency.
a)      DBMS harus dapat menangani kegagalan-kegagalan pengaksesan basis data yang dapat disebabkan   oleh kesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.

b)      DBMS harus dapat mengontrol pengaksesan data yang konkruen yaitu bila satu data diakses secara bersama-sama oleh lebih dari satu pemakai pada saat yang bersamaan.
5.      Data Dictionary DBMS harus menyediakan data dictionary.
6.      Performance DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi se-efisien mungkin.

DBMS memiliki keuntungan dan kerugian:

1.      Keuntungan DBMS

A.    Mengurangi pengulangan data DBMS mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data yang terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam 1 file.

B.     Mencapai independensi data Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.

C.     Mengintegrasikan data beberapa file Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan menjadi kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.

D.    Mengambil data dan informasi dengan cepat Hubungan-hubungan logis, bahasa maniplasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan menit atau detik.

E.     Meningkatkan Keamanan DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), direktori pemakai, dan bahasa sandi (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman. 


2.      Kerugian DBMS

A.    Memperoleh perangkat lunak yang mahal DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.

B.     Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar DBMS sering memerlukan penyimpanan dan memori yang lebih besar daripada program aplikasi lain.

C.     Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh pengelola basis data (DBA).


DBMS bionik akan datang, tapi apa yang akan terlihat seperti?

Perangkat lunak selalu memiliki memerintah mesin, database, dan prosesor komoditas yang naik Hukum Moore hancur mesin database pada 1980-an dari awal. Namun, hari ini perangkat keras lanskap sangat berbeda, dan bergerak dalam arah yang membuat mesin database semakin menarik. Kami memperkirakan konvergensi untuk sepenuhnya "bionik" database Engine yang melaksanakan fungsi tombol hampir semua langsung diperangkat keras dan membuang perangkat lunak untuk peran sebagian besar manajerial.

Sejarah perkembangan DBMS:

Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional.  Perkembangan komputer yang semakin pesat diikuti dengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis, sejak tahun 1970-an sampai awal tahun 1980 manajemen berbasis file tradisional berkembang menjadi manajemen basis data.

Ø  1960, Dunia komputerisasi membuat aplikasi individu yang digunakan pada file utama. General mill mulai mengembangkan istilah dimensi dan fakta.
Ø  1970, IRI menyediakan database dimensi untuk pembeli eceran, tahun untuk memperbaiki, mengembangkan dan mencocokan dengan hardware yang dimiliki.
Ø  1983, DBMS diperkenalkan untuk mengambil keputusan.
Ø  1988, Barry dan Paul mempublikasikan karyanya tentang Arsitektur Bisnis dan Sistem Informasi.
Ø  1990, memperkenalkan tool DBMS sebagai alat untuk datawarehouse.
Ø  1990-sekarang, banyak bermunculan buku-buku datawarehouse dan aplikasi-aplikasi datawarehouse.

Komponen DBMS:
·         Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk query kedalam instruksi kedalam database manager.
·         Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan.
·         File manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk.
·         DML Prosessor, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi.
·         DDL compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data.
·         Dictionary manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary. 


REFERENSI :
http://evafinufa25.blogspot.co.id/2014/03/artikel-tentang-dbms-database.html
 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos