Selasa, 29 Maret 2016

Tugas Ilmu Budaya Dasar ( IBD )

Diposting oleh Yovicha Santya Risky di 03.58
Pendahuluan

Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi semacam lingua franca atau bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yang sama diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancer berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian.

Dengan mendapat mata kuliah IBD mahasiswa diharapkan natinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudaaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Salah satu sifat penting mata kuliah ini ialah bahwa IBD bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri. Pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Ini tentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yang akan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung pada orang lain.

Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memeperlihatkan, minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya dan mengapa.

Kesadaran akan pola-pola nilai yagn dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari
Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri

Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.

Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurkan pembentukan sarjana.

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas:
1.   Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
2.     Kemampuan professional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
3.     Kemampuan personal ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadai sarjana yang cakap, ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat
Indonesia dan umat manusia pada umumnya

BAB1.
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pegetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin Humanus yang diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities seseorang akan bisa menjadi manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
1.  Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. untuk mengkajinya digunakan metode ilmiah. contoh: astronomi, fisika, biologi, kedokteran, dll. 
2.  Ilmu-ilmu sosial (sosial science) 
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia dan lingkungan sosialnya. untuk mengkajinya digunakan metode ilmiah. contoh : ilmu ekonomi, sosiologi, politik, hukum, psikologi, antropologi, dll. 
3.  Pengetahuan budaya (the humanities)
pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. untuk mengkajinya digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik dan kemudian diberi arti. pengetahuan budaya  dibatasi sebagai pengetahuan yang mencangkup keahlian seni dan filsafat. keahlian tersebut dapat dibagi-bagi kedalam berbagai bidang keahlian, seperti seni tari, seni rupa, dan seni musik, dll.


BAB2.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR 
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar merupakan usaha untuk mengembangkan suatu penyajian yang mencangkup masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan, memperluas pandangannya serta pemikiran dan kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut alam disekitarnya, orang lain dan dirinya sendiri.

BAB3.
ILMU BUDAYA DASAR dan ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Ø  Persamaannya  
Persamaan Ilmu budaya dasar dan ilmu pengetahuan sosial sama-sama mempelajari tentang manusia dan aspek-aspeknya yang berhubungan dengan manusia. 
Ø  Perbedaannya
Ilmu budaya dasar mengarah pada pembentukan sikap dan kepribadian sedangkan ilmu pengetahuan sosial mengarah pada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual

BAB4.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR 
Mencangkup berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah kemanusia dan budaya yang mampu didekati dengan pengetahuan budaya.
Hakekat manusia adalah universal. tetapi manusia mempunyai keanekaragaman dalam perwujudan kehidupan masing-masing jaman dan tempatnya. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, budaya manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaannya, tetapi juga ketidak seragamannya baik itu dalam pola pikir, tingkah laku, perasaan, dsb


Source : E-book ilmu budaya das



0 komentar:

Posting Komentar

 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos