Apa itu
E-Government ?
E-government adalah
pemakaian atau penggunaan teknologi informasi yang meningkatkan hubungan antara
pemerintah dengan pihak-pihak lain. Atau definisi e-government yang lainnya
adalah merupakan kependekan dari “elektronik pemerintah”, dapat dikenal e-gov,
pemerintah digital, online pemerintah ataupun pemerintah transformasi.
Secara
umum pengertian electronic government adalah sistem manajemen informasi dan
layanan masyarakat berbasis Internet. Layanan ini diberikan oleh pemerintah
kepada masyarakatnya. Dengan memanfaatkan Internet, maka akan muncul sangat
banyak pengembangan modus layanan dari pemerintah kepada masyarakat yang
memungkinkan peran aktif masyarakat dimana diharapkan masyarakat dapat secara
mandiri melakukan registrasi perizinan, memantau proses penyelesaian, melakukan
pembayaran secara langsung untuk setiap perizinan dan layanan publik lainnya.
Dengan
adanya on-line system ini, masyarakat dapat memanfaatkan banyak waktunya untuk
melakukan pembangunan yang lain sehingga diharapkan produktivitas nasional pun
dapat meningkat.
Fungsi dan
tujuan dari e-government :
Fungsi
dan tujuannya antara lain yaitu untuk meningkatkan mutu layanan publik, dengan
melalui pemanfaatan teknologi informasi dan juga komunikasi dalam proses
penyelenggaraan pemerintah daerah supaya dapat terbentuk kepemerintahan yang
bersih, transparan, dan juga supaya dapat menjawab tuntutan perubahan
secara efektif.
Karakteristik
esensial e-government :
1.
Bentuk
layanan secara elektronis (e-service)
Kontribusi paling nyata dari teknologi komputer dan komunikasi dalam peran institusi-institusi pemerintah adalah automasi sistem-sistem dan proses-proses untuk mendukung pelayanan secara elektronis (e-service). Implementasi e-service, yang dicirikan dengan penerapan sistem-sistem informasi yang dapat diakses secara jarak jauh, memberikan dimensi baru terhadap hubungan antara pemerintah dan warga masyarakat dan pelaku bisnis melalui sistem pelayanan publik yang terintegrasi. Semua layanan publik didasarkan pada manajemen informasi yang terstruktur, konsisten, dan efisien.
Kontribusi paling nyata dari teknologi komputer dan komunikasi dalam peran institusi-institusi pemerintah adalah automasi sistem-sistem dan proses-proses untuk mendukung pelayanan secara elektronis (e-service). Implementasi e-service, yang dicirikan dengan penerapan sistem-sistem informasi yang dapat diakses secara jarak jauh, memberikan dimensi baru terhadap hubungan antara pemerintah dan warga masyarakat dan pelaku bisnis melalui sistem pelayanan publik yang terintegrasi. Semua layanan publik didasarkan pada manajemen informasi yang terstruktur, konsisten, dan efisien.
2.
Paradigma
baru dalam komunikasi dan interaksi
E-government mendorong munculnya sebuah tatanan baru berbasis digital dengan cirri keterhubungan yang tinggi (highly interconnected). Penerapan e-government menjadi pernyataan penerimaan (acceptance) pemerintah dan segenap komponen masyarakat terhadap paradigm baru tersebut. Bagi semua pihak yang terlibat, komunikasi dan interaksi sangat diwarnai oleh tuntutan untuk bisa dimana saja (anywhere), kapan saja (anytime), dan seketika (instantaneous).
E-government mendorong munculnya sebuah tatanan baru berbasis digital dengan cirri keterhubungan yang tinggi (highly interconnected). Penerapan e-government menjadi pernyataan penerimaan (acceptance) pemerintah dan segenap komponen masyarakat terhadap paradigm baru tersebut. Bagi semua pihak yang terlibat, komunikasi dan interaksi sangat diwarnai oleh tuntutan untuk bisa dimana saja (anywhere), kapan saja (anytime), dan seketika (instantaneous).
3.
Efek
internal yaitu transformasi model pengelolaan kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan.
E-service hanya dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh sistemsistem informasi yang handal, efisien, akurat, dan aman. Pengelolaan sistem informasi secara elektronis memiliki cara pandang den mekanisme yang berbeda dibandingkan dengan pengelolaan secara manual.
E-service hanya dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh sistemsistem informasi yang handal, efisien, akurat, dan aman. Pengelolaan sistem informasi secara elektronis memiliki cara pandang den mekanisme yang berbeda dibandingkan dengan pengelolaan secara manual.
4.
Efek
lateral yaitu munculnya interaksi horizontal secara elektronis.
Munculnya e-government akan merangsang hubungan horizontal antara warga dan pelaku bisnis, sesame pelaku bisnis, dan sesama institusi pemerintah untuk berkomunikasi dan bertransaksi secara elektronis pula.
Munculnya e-government akan merangsang hubungan horizontal antara warga dan pelaku bisnis, sesame pelaku bisnis, dan sesama institusi pemerintah untuk berkomunikasi dan bertransaksi secara elektronis pula.
Manfaat
E-Government, diantaranya sebagai berikut:
v Yang pertama
untuk memperbaiki kualitas layanan dari pemerintah kepada para stakeholder,
terutama yaitu dalam hal-hal kinerja efektivitas serta efisiensi di berbagai
bidang kehidupan bernegara.
v Yang kedua untuk
meningkatkan transparansi kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan
pemerintahan, yaitu dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
v Yang ketiga
untuk mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi dan juga
interaksi yang di kelurkan oleh pemerintah untuk kepentingan aktivitas
sehari-hari.
Pencapaian
tujuan strategis electronic government perlu dilaksanakan melalui 6 (enam)
strategi yang berkaitan erat, yaitu :
a)
Mengembangkan
sistem pelayanan yang andal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat
luas.
b)
Menata
sistem manajemen dan proses kerja pemerintah dan pemerintah daerah otonom
secara holistic.
c)
Memanfaatkan
teknologi informasi secara optimal.
d)
Meningkatkan
peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi
informasi.
e)
Mengembangkan
kapasitas SDM baik pada pemerintah maupun pemerintah otonom, disertai dengan
meningktakan e-literacy masyarakat.
f)
Melaksanakan
pengembangan secara sistematik melalui tahapantahapan yang realistic dan
terukur.
Electronic
government diarahkan untuk mencapai 4 (empat) tujuan
antara lain :
1.
Pembentukan
jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang memiliki kualitas dan lingkup
yang dapat memuaskan masyarakat secara luas serta dapat terjangkau di seluruh
wilayah pada setiap saat, tanpa dibatasi oleh waktu dengan biaya yang
terjangkau oleh masyarakat.
2.
Pembentukan
hubungan interaksi dengan dunia usaha untuk meningkatkan perkembangan
perekonomin nasional dan mempercepat kemampuan menghadapi perubahan dan
persaingan perdagangan internasional.
3.
Pembentukan
mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembagalembaga negara serta penyediaan
fasilitas dialog publik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam
perumusan kebijakan negara.
4.
Pembentukan
sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien serta
memperlancar transaksi dan layanan antar lembaga pemerintah dan pemerintah
daerah otonom.
Jenis-jenis
E-Government, diantaranya sebgai berikut :
A.
Government
to Citizen (G2C)
Adalah
suatu teknologi informasi yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki hubungan
interaksi antara pemerintah dengan masyarakat dan juga untuk mempermudah
masyarakat dalam mencari berbagai informasi tentang pemerintahan. Misal contoh
seperti : www.jabarprov.go.id, dan lain-lain. Atau informasi menganai
pajak online, layanan jaminan sosial, mencari lowongan pekerjaan, dan
sebagainya.
B.
Government
to Business (G2B)
Adalah
suatu tipe hubungan pemerintah dengan bisnis. Karena sangat dibutuhkan relasi
yang sangat baik, antara pemerintah dengan kalangan bisnis. Tujuannya demi
kemudahan berbisnis masyarakat kalangan pembisnis. Contohnya seperti :
www.indotender.com, dan sebagainya. Atau informasi menganai pajak
perseroan, peraturan pemerintah (hukum bisnis), pendaftaran
perusahaan, peluang usaha atau bisnis, dan sebagainya.
C.
Government
to Government (G2G)
Adalah
berupa Web pemerintah yang dibuat, bertujuan untuk memenuhi berbagai macam
informasi yang dibutuhkan antara pemerintahan yang satu dengan pemerintahan yang
lainnya, dengan tujuan yaitu untuk memperlancar & mempermudah kerjasama
antara pemerintahan – pemerintahan yang bersangkutan. Misal contohnya:
www.embassyofindonesia.org dan lain sebagainya. Atau informasi menganai
blogging untuk kalangan legislative, konsultasi secara online,
pelayanan kepada masyarakat secara terpadu, pendidikan secara online, dan
sebagainya.
D.
Government
to Employees (G2E)
Adalah
berupa tipe hubungan yang ditujukan untuk para pegawai pemerintahan atau
pegawai negeri untuk neningkatkan kinerja dan juga untuk kesejahteraan para
pegawai yang bekerja dislahsatu institusi pemerintah. Misalkan contohnya:
www.sdm.depkeu.go.id dan lain-lain
KESIMPULAN :
E-Government
bias di jadikan tempat atau fasilitas umpan balik (feedback) bagi masyarakat untuk
bertanya dan mengirimkan keritik. Misalnya masyarakat dapat melaporkan jalan
yang rusak ditempat tertentu. Hal ini dapat pula ditanggapi oleh kelompok
masyarakat yang lain yang dapat berbagai informasi atau pengalaman mereka dalam
mengelolah lingkungan.
E-Government juga merupakan salah satu layanan trangsaksi yang canggih,yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendaftarkan perusahaan, membayar pajak, sampai pelayanan pemilihan umum secara online. E-Government juga sering menjadi buzzword dalam diskusi dii internet maupun dalam media masa.
E-Government juga merupakan salah satu layanan trangsaksi yang canggih,yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendaftarkan perusahaan, membayar pajak, sampai pelayanan pemilihan umum secara online. E-Government juga sering menjadi buzzword dalam diskusi dii internet maupun dalam media masa.
Sumber :





0 komentar:
Posting Komentar