1.
Pengertian
Sistem Pakar
Sistem
pakar adalah sistem atau program yang bertingkah laku seperti ahlinya atau
pakarnya. Sistem pakar (expert system) sendiri adalah sistem yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli, dan sistem pakar yang baik
dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru
kerja dari para ahli (Kusumadewi, 2003:109).
Karakteristik Sistem Pakar
Karakteristik
umum yang membedakan Sistem Pakar dengan perangkat lunak biasa adalah :
1. Terdapat
banyak kemungkinan jawaban yang memakan waktu lama dalam pengujian dan
mempelajarinya.
2. Data
kabur
3. Bersifat
heuristik dalam menggunakan pengetahuan untuk memperoleh solusi
4. Fasilitas
informasi yang mana dapat memberikan kemudahan jawaban kepada user, sehingga
user akan merasakan puas;
Kondisi-kondisi
di mana sistem pakar dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalahnya,
antara lain:
1. Kebutuhan
tenaga ahli (pakar) yang banyak, tetapi pakar yang tersedia jumlahnya sangat
terbatas.
2. Pemakaian
pakar yang berlebihan dalam membuat keputusan, walaupun dalam suatu tugas yang
rutin.
3. Pertimbangan
kritis harus dilakukan dalam waktu yang singkat untuk menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan.
4. Hasil
yang optimal, seperti dalam pencernaan atau konfigurasi.
5. Sejumlah
data besar yang harus diteliti oleh pakar secara kontinu.
Sistem pakar sendiri mempunyai sifat
yang ideal bila mempunya ciri-ciri :
1. Terbuka
untuk diperiksa
2. Mudah
dimodifikasi
3. Fasilitas
penalaran/penjelasan
2. Tujuan Sistem Pakar
Pada
dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung pemecahan masalah. Beberapa pemecahan duduk
perkara yang dimaksud ibarat (Lestari, 2012):
1. Interprestasi
Membuat
kesimpulan dari sekumpulan data mentah. Pengambilan keputusan dari hasil
observasi.
2. Prediksi
Memproyeksikan
akibat-akibat yang mungkin dari situasi-situasi tertentu.
Contoh : prediksi
demografi, analisis citra, prediksi ekonomi,dll
3. Diagnosa
Menentukan
alasan dalam situasi komplek yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati
diagnosis medis, elektronis, mekanis,dll
4. Perancangan
Menentukan
komponen-komponen sistem dengan tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala
Contoh : perancangan layout sirkuit
5. Perencanaan
Merencanakan
serangkaian tindakan yang akan mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi
awal
Contoh: perencanaan keuangan
6. Monitoring
Membandingkan
hasil pengamatan dengan kondisi yang diharapkan
7.
Debugging.
Menentukan
dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi. Contoh:
menunjukkan resep obat terhadap kegagalan.
8. Instruski
Mendeteksi
dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek.
Contoh : melaksanakan isyarat untuk
diagnosis dan debugging.
9. Kontrol
Mengatur
tingkah laku suatu environment yang kompleks
Contoh : melaksanakan kontrol terhadap
interpretasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem.
3. Manfaat Sistem Pakar
·
Meningkatkan output dan produktivitas,
karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
·
Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat
yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
·
Mampu menangkap kepakaran yang sangat
terbatas.
·
Dapat beroperasi di lingkungan yang
berbahaya.
·
Memudahkan akses ke pengetahuan.
·
Handal. Sistem Pakar tidak pernah
menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten
melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi
yang potensial.
·
Meningkatkan kapabilitas sistem
terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain
membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi.
·
Mampu bekerja dengan informasi yang
tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional,
Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat
merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih
pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan
jawabannya.
·
Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna
pemula yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman.
Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.
·
Meningkatkan kemampuan problem solving,
karena mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.
·
Meniadakan kebutuhan perangkat yang
mahal.
·
Fleksibel.
4. Penerapan Sistem Pakar pada
Berbagai Bidang
A.
Dalam
bidang industri/Manufaktur
·
Sistem Pakar Dalam perancangan PRIDE
(Pinch Roll Interactive Design Expert / Environtnent). Sistem pakar ini
digunakan untuk merancang sistem pengaturan kertas untuk mesin fotocopy. Sistem
ini membuat rancangan dengan representasi pengetahuan tentang rancangan
berdasarkan kumpulan goal, metoda perancangan, generator dan aturan-aturan yang
terstruktur.
·
Sistem Pakar Dalam perencanaan llood
Truss Fabrication Application merupakan contoh sistem pakar dalam proses
perencanaan. Sistem ini dibuat dengan menggunakan shell Sistern pakar SPS (Semi
Intelligent Process Selector).
B.
Dalam
bidang pendidikan
·
Aplikasi Sistem Pakar ini diberi nama
ISAAC yang memiliki parser yang mampu membaca kalimat (dalam bahasa lnggris)
dengan kecepatan 5000 kata/menit dan mampu menyelesaikan soal-soal Fisika
Mekanik (Statika) dalam waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi ini dikerjakan oleh
I tim terdiri dari 60 orang dan membutuhkan waktu 1 tahun. (E.S. Handbook,
1992).
·
Aplikasi Sistern Pakar dalam bidang
matematika yang dilakukan oleh yibin dan Jian Xiang tahun 1992. Sistem Pakar
ini menyelesaikan soal-soal Diferensial dan Integral yang diberi nama DIITS.
(Forcheri, 1995).
C.
Dalam
bidang bisnis
·
Sistem Pakar dalam pembelian
Sistem
ini berfungsi untuk menilai dan memilih pemasok (supplier) dengan pertolongan
dan pengiriman barang secara optimal, dimanadalam hai ini menunjang pemasok
yang potensial. Dalam hal operasional, maka sistem ini mempunyai fungsi
penasihat kepada pembeli.
·
Sistem Pakar mengenai konsultasi
Program
bantuan dari kredit bank Sistem ini membantu pada konsultasi tentang program
kredit bantuan pada institusi publik.
D.
Dalam
bidang kedokteran
·
contoh sederhana dari penerapan sistem
pakar dalam bidang kedokteran, yaitu diagnosis penyakit berdasarkan
gejala-gejala dan beberapa solusi untuk penyembuhannya. Dalam keseharian kita,
terdapat beberapa penyakit dengan gejala yang hampir mirip, sebagai contoh
influenza, tipus, dan maag. Untuk dapat melakukan diagnosis dengan benar,
terlebih dahulu kita harus mengetahui gejala-gejala dari penyakit tersebut.
E.
Dalam
bidang psikologis
·
Salah satu implementasi yang diterapkan
sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis
gangguan perkembangan pada anak.
5.
Kesimpulan
Sistem
pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan
seorang pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian
khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang
awam. Contohnya dokter, mekanik, psikolog, dan lain-lain. Tujuannya untuk
mendukung pemecahan masalah. Ada banyak manfaat yang didapat dari system pakar
ini salah satunya yaitu :
a. Memungkinkan
orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
b. Bisa
melakukan proses secara berulang secara otomatis.
c. Menyimpan
pengetahuan dan keahlian dari para pakar.
Dan dapat diterapkan
diberbagai bidang seperti, industri, pendidikan, bisnis, kedokteran dan
psikologis.
Refrensi
:
·
Kusumadewi, Sri. 2003. Artificial
Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu. Yogyakarta.
·
Lestari D. 2012. Jurnal: Definisi sistem
pakar. Arsip Teknik Informatika UMMI.
· http://entin.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/Buku/Bab%206%20Sistem%20Pakar.pdf
Yovicha Santya Risky
17115300
3KA03
Yovicha Santya Risky
17115300
3KA03





0 komentar:
Posting Komentar